Beranda > Pertanian > IDENTIFIKASI SERANGGA BERGUNA PADA TANAMAN SAYURAN

IDENTIFIKASI SERANGGA BERGUNA PADA TANAMAN SAYURAN

Pemangsa (predator)

Musuh alami yang aktif memburu mangsanya disebut predator. Pada umumnya predator dijumpai dalam bentuk serangga dewasa. Serangga dewasa predator ini kadang-kadang mempunyai bentuk yang berbeda dengan larva dan serangga mudanya.

Beberapa jenis predator yang sering dijumpai

Nama(Famili) Dewasa Deskripsi

Kumbang kubah

(Coccinellidae)

  Larva dan kumbang dewasa memakan kutudaun dan telur Lepidoptera serta serangga lain yang bertubuh lunak. Kumbang adewasa juga memakan tepungsari dan nektar untuk mendapatkan energi tambahan.
Kumbang tanah(Carabidae)   Larva dan kumbang dewasa memakan telur, larva dan pupa serangga lain (yang ada di dalam maupun di permukaan tanah) serta serangga bertubuh lunak.
Kumbang elytra cekak (Staphylinidae)   Larva dan kumbang dewasanya memakan telur dan serangga bertubuh lunak. Kumbang dewasa sering menjatuhkan diri dari tanaman bila terusik.
Kepik pembunuh(Reduviidae)   Kepik Assassin berleher panjang  dan alat mulutnya yang  berbentuk kurva terlipat di  bawah tubuhnya. Kepik ini memakan kutudaun, ulat-ulat  kecil dan telur serangga lain.
Belalang sembah(Mantidae)   Panjang tubuh belalang sembah dapat mencapai 10 cm, makanannya adalah serangga besar seperti belalang dan kepik.

Parasitoid 

Serangga yang hidup menumpang pada serangga lain dinamakan parasitoid. Parasitoid ini dapat memarasit pada berbagai fase perkembangan serangga-serangga tertentu misalnya kutudaun, pengorok daun, kutu perisai, kutu putih  dan beberapa hama lainnya. Kelompok serangga parasitoid secara umum kurang dikenal bila dibandingkan dengan predator karena ukurannya sangat kecil (kurang dari 2 mm panjangnya) sehingga sulit untuk diamati.Meskipun demikian, parasitoid juga mempunyai peranan penting dalam membantu melindungi tanaman.

Parasitoid meletakkan telur di dalam, pada atau di dekat serangga inang. Telur menetas menjadi parasitoid muda yang memakan dan membunuh inangnya. Setelah siap menjadi serangga dewasa, parasitoid kecil dari jenis tabuhan dan lalat segera keluar dari tubuh inangnya.

Gejala yang dapat dilihat akibat parasitoid:

a)      Telur atau larva serangga yang terparasit mengalami perubahan warna pada tubuhnya dan biasanya mati lebih cepat.

b)      Kutudaun, kutu loncat, kutu perisai dan kutu putih yang terparasit terlihat seperti mummi, bagian dalam tubuhnya kosong, yang tertinggal hanya kulit luarnya saja.

c)      Lubang keluar parasitoid tersebut dapat dilihat dengan jelas pada tubuh inangnya.

 


SERANGGA BERGUNA


Dalam  suatu  sistem  yang  sehat  dan  seimbang,  tiap-tiap  tanaman  memiliki  hama  yang  menyerangnya  dan  masing-masing  hama  memiliki predator yang memakannya. Ini akan menyebabkan terkendalinya jumlah hama dalam ekosistem. Predator alami sangat efektif dalam mengendalikan hama pada kebun sayuran.

Predator hama alami bisa dijaga keberadaannya dalam kebun Anda dengan menyediakan apa-apa yang dapat menarik mereka, antara lain:

  1. Kolam: untuk burung, katak, capung, lebah, tawon dan ikan (beberapa ikan makan larva nyamuk).
  2. Pepohonan: untuk tawon, lebah dan laba-laba.
  3. Bebatuan, kayu yang lapuk: laba-laba.
  4. Bunga-bungaan, pepohonan kecil, tumbuhan merambat: untuk tawon, lebah, laba-laba, belalang sembah, dan kumbang.
  5. Predator hama alami ini, misalnya: capung, tawon, laba-laba, belalang sembah, kumbang tanah, beberapa lalat dan banyak diantara yang lainnya.

Coccinellidae

Kumbang koksi (kumbang kubah, ladybugs)

Gambar  Ladybugs

 

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan          : Animalia

Filum               : Arthropoda

Kelas               : Insecta

Ordo                : Coleoptera

Famili              : Coccinellidae

Subfamili

Chilocorinae
Coccidulinae
Coccinellinae
Epilachninae
Scymininae

Kumbang koksi adalah salah satu hewan kecil anggota ordo Coleoptera. Mereka mudah dikenali karena penampilannya yang bundar kecil dan punggungnya yang berwarna-warni serta pada beberapa jenis berbintik-bintik. Di negara-negara Barat, hewan ini dikenal dengan nama ladybird atau ladybug. Awam menyebut kumbang koksi sebagai kepik, karena ukurannya dan perisainya yang juga keras, namun kumbang ini sama sekali bukan dari bangsa kepik (Hemiptera). Serangga ini dikenal sebagai sahabat petani karena beberapa anggotanya memangsa serangga-serangga hama seperti kutu daun. Walaupun demikian, ada beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman.

Peran Pada Tumbuhan

Kepik juga dikenal sebagai salah satu pembasmi hama ramah lingkungan. Sekitar abad ke-19, perkebunan buah di wilayah Asia dan http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat”>Amerika Serikat diserang oleh hama serangga yang dikenal sebagai sisik bantal kapuk (Icerya purchasi) dan sempat menyebabkan kerugian besar. Hama itu sebenarnya adalah sejenis kutu daun yang hidup dengan menghisap sari tanaman dan membentuk semacam lapisan bersisik di sekitarnya untuk melindungi dirinya. Hewan itu terbawa tanpa sengaja dari Australia hingga sampai di wilayah perkebunan di benua lain.

Para ahli selanjutnya mencari cara untuk membasmi hama itu. Mereka akhirnya menemukan bahwa di habitat aslinya di Australia, sisik bantal kapuk memiliki pemangsa alamiah kepik Vedalia cardinalis. Kepik itu lalu dibawa ke perkebunan buah yang diserang oleh hama sisik bantal kapuk pada tahun 1888 dan dalam waktu dua tahun, cara itu telah berhasil menekan populasi serangga hama tersebut. Kepik ini pun selanjutnya menjadi salah satu contoh keberhasilan pengendalian hama dengan memanfaatkan perilakunya dalam rantai makanan (bioinsektisida).

 Semut Rangrang (Oecophylla smaragdina F)

Semut rangrang (Oecophylla smaragdina F), memiliki sifat morfologik sebagai pemangsa, keberadaan rangrang sebagai pemangsa juga tampak apabila rangrang bertemu dengan ulat pemakan daun. Hasil pengamatan intensitas kerusakan akibat lalat buah pada paria, yang diberi perlakuan semut rangrang dimana intensitas kerusakan relatif jauh lebih rendah dibandingkan tanpa perlakuan. Tanaman paria yang diberi semut rangrang intensitas kerusakan berkisar antara 1-2%. Hal ini dikarenakan rangrang sangat aktif mencari mangsa terutama dari lalat buah berupa telur yang diletakkan pada paria tersebut. Telur-telur tersebut tidak sempat menetas untuk menjadi larva, karena diambil semua untuk dimakan dan sebagian dibawa kedalam sarang sebagai makanan anak-anaknya. Pengamatan secara visual dimana imago lalat buah yang hinggap pada tanaman paria tersebut selalu dihadang oleh rangrang dan diserbu beramai-ramai, sehingga dapat menghindari dari peletakkan telur oleh imago lalat buah. Disamping itu, semut rangrang tersebut kalau menggigit kebiasaannya selalu mengeluarkan cairan yang berbau langu. Hal ini diduga pula bahwa cairan berbau tersebut yang dikeluarkan oleh rangrang dapat mempengaruhi/mengusir lalat buah.

Manfaat Semut Rangrang

Jika diamati dengan seksama, semut rangrang dapat mengganggu, menghalangi atau memangsa berbagai jenis hama seperti kepik hijau, ulat pemakan daun, dan serangga-serangga pemakan buah.

Lalat Tachinid

Lalat tachinid kelihatan seperti lalat rumah tetapi bulunya lebih tebal. Larva lalat yang berada di pupuk kandang bukan tachinid, karena larva tachinid ada di dalam ulat atau binatang lain. Lalat ini digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama secara hayati. Panjangnya lalat 3 sampai 15 mm (kepala sampai ujung sayap).

About these ads
Categories: Pertanian
  1. Cathy
    Juni 24, 2012 pada 2:25 pm | #1

    How can I get this in English…I can’t understand anything…HELP!!!

    • Brenda
      Agustus 24, 2012 pada 2:15 am | #2

      If you have a Bing or Google toolbar, click on “translate” and it will translate the website for you. You may be asked to choose which language to translate it to.

  2. November 28, 2012 pada 12:47 pm | #3

    Where is the credit to the author of this collage? Her name is Margarethe Brummermann and not giving her credit is a violation of copyright!

  3. Novayanti
    Januari 11, 2013 pada 11:35 am | #4

    Terimakasih buat informasinya..
    sagt membntu sekai jdi referensi tambahan..

  4. April 13, 2013 pada 4:31 am | #5

    Hello, for all time i used to check web site posts here early in the dawn, as i enjoy to find
    out more and more.

  5. April 14, 2013 pada 7:11 am | #6

    Excellent article. I’m going through a few of these issues as well..

  6. April 20, 2013 pada 5:25 am | #7

    bisa dikembangbiakan untuk membantu para petani dalam membasmi hama…

  7. Mei 17, 2013 pada 7:56 am | #8

    You actually make it seem so easy together with your presentation but I to find this
    topic to be actually one thing that I believe
    I’d never understand. It kind of feels too complicated and very broad for me. I’m taking
    a look forward for your next submit, I will try
    to get the dangle of it!

  1. April 29, 2013 pada 8:06 pm | #1

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: